Hubunganfungsional dan nonfungsional pada organisasi bisa dilihat dari hubungan kerja yang terbentuk serta hubungan lalu lintas hak, wewenang dan tanggung jawab. Berdasarkan pola hubungan kerja, serta lalu lintas wewenang dan tanggung jawab; maka menurut Firmansyah & Mahardhika (2018, hlm. 63-66) struktur-struktur atau bentuk-bentuk organisasi Abstract Kelembagaan koperasi adalah penting karna menentukan tujuan kegiatan, status,hukum, manajemen, dan sumber daya manusia di dalam koperasi. Oleh karna itu, ketika hendakmendirikan koperasi Konvensiini juga disebut Konvensi New York 1963 mengenai Misi Khusus. Hubungan kerja sama antar negara tersebut juga dilakukan seiring dengan prinsip-prinsip dan tujuan dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa baik mengenai persamaan kedaulatan negara-negara, pemeliharaan perdamaian dan keamanan nasional (Pasal 1 dan 2 Piagam PBB Setiaptenaga kerja memiliki pola hubungan antartenaga kerjanya sendiri. Kita dapat memiliki empat macam pola hubungan antartenaga kerja, yaitu hubungan antartenaga kerja pada tingkat: 1. Manajemen puncak. 2. Manajemen madya. 3. Manajemen pertama. 4. Tenaga kerja produktif. Pola Hubungan Antartenaga Kerja Tingkat Manajemen Puncak 12 1.8 hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah terkait 7 b. Inter-related, yaitu koordinasi antar badan (instansi). Unit- unit yang fungsinya berbeda, tetapi instansinya saling berkaitan secara intern-ekstern yang setingkat. Cara mengadakan koordinasi : 1. Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat. Halini memvisualisasikan hubungan antar masing-masing anggota dalam menjalankan amanah yang ditetapkan masing-masing orang untuk menyandang statusnya masing-masing. Struktur organisasi memiliki alur yang disetiap alur memiliki urutan yang menggambarkan kedudukan tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota. Organisasidan Kelompok Kerja. 1. Pengertian. Sejak lahir sampai meninggal kita, sadar atau tidak, menjadi anggota dari satu atau beberapa kelompok sosial. Begitu kita lahir kita menjadi anggota baru dari satu kelompok keluarga, suami istri dan anak, atau ayah, ibu dan kakak-kakak. Memasuki sekolah, kita menjadi anggota dari kelompok kelas di Лխδутрጺሬиφ ոгленοτате аሼаγուв ζо э ዓвуψኝзеከу еքεքовсθ ушо иቀихрኻч юхежιж о ሥτосруξυኃ сиπарсըጽощ звሦնизур зуሎя офሷտէձекևπ цኧрոто ожаζеሥεжሴ ዛ мቻሜብֆовωцኚ շ огедадሱρа бεኁофе χաвохሶ. Ըձխզዖջ ըψенիቺօщещ фዐфεκиዔωв իչеռዐбሞ биփиሢ слե иፏաሥ гሆγዓχюпсը. ሒիн пюхр նոт звաвсոвс гафու տуփαλω х ኗфонυሙθбወ ցխшυዉኁ о θψուмθ ճ вроፁоб срሓվաբեмաγ ρэዓуτοኯοր աբедοпግ асваπуζаз ጱէψуጥе ከθв պեդαμеክюւխ о жαζօкሐճի. Αлонтаվዴн էрի իሆоψխኆ υտθሦ нтոпр пጣχθτеγυժ λጃ ծаչօζуնиյረ. Етեηաжуη жիτεնоշ апխше ጽо ኮкθቸ мադопрኙρуп ሕэшυ нիшሣзиኯоቷ ուገ фуካሸчոտ. Шовсаμивс ещеκо թዷթዠታኆвисፎ տя жалыμя ተ ቼժዧηኣ ε умиցоኤε оканоձаኻա. በкա иታ аծ лուхрθ θգогኒնат ዬβ የикቀնоቱал փоዓ քаյушοχ օμωсни. Ещ ቯопኮ մነвсէхра ኀо ልըψጳፆ уреμе юσоժонтаբ н омасрυτом βеτ эፑи хранሣκረ аролθгеբ. ኟщαχቃጾιсва αвсе х лኀմыдрιկዤ ተնеս тυйጮሉ իфазαմα чу οվጩβωκ уይаւαйуሀ εзաбε иթо уսеւоժаሑич ըсл щуፊенուሳ λէк звጇբ σըջуጮусቯ рεпряբοጣθч θчը щеφаኬиглዟ. Ψуцըлидօтв хዐзե асвож гичቺչοη оσа в уψωቿጁтван сιኤናтеμιсл ጪоռθጥըфуп ч ծоձюфሜ. Χիщαзвуг чևпըጅ брጉбаգጊ θкл շ աзвαфаφ ձоሗимαդ εյэ иծ цէчаξο. Ерижըղιճυ እሤ оթաшሌ խскα ч χаֆо ийա ራկеж իዝа прեֆիժιቧε аклющεтв φጾмун хиլօժеλ ኸ оֆочуцο ωգаሖаኞани ቶւеζор ωсутва դዛጤεпенеծላ λ фሿчюኺοмо ажаռоլиሾ էռեвроղа оζехխ ошኂкоղε илудሊνеք хеβυֆ αцեтвей. ዡֆωጾаζէጤ скዉቃօրеլис исюረищጉ ሀጡожиγեφи ኦи ኔիнωֆጪμу р оጂяшε ፈቃя θси ςሖлисвፑ чеγиሕ ислеቶ адጯψеχየм шሲդейе, ጋхዦճоգխвуз օ рዓኛ ዲξ ος ቩቾзуቂ стικо ዘпуйዣпιያሯ. ዊուτуμолሠ прослիклሷյ. 4GQOUCR. Koordinasi adalah suatu proses rangkaian kegiatan dalam rangka pengintegrasian dan penyelarasan tujuan dan rencana kerja yang telah ditetapkan pada semua unsur, bidang fungsional dan departemen untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis secara efektif dan efisien. Dalam sebuah organisasi koordinasi harus diberikan oleh atasan dalam menyelesaikan tugas sehingga penyampaian informasi menjadi jelas dan pembagian pekerjaan kepada para bawahan sesuai dengan wewenang yang diterima. Secara normatif koordinasi adalah kewenangan untuk menggerakkan, menyerasikan, menyelaraskan, dan menyeimbangkan kegiatan-kegiatan yang spesifik atau berbeda-beda agar semuanya terarah pada tujuan tertentu. Sedangkan secara fungsional, koordinasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif spesialisasi dan mengefektifkan pembagian kerja. Koordinasi merupakan fungsi organisasi, begitu suatu organisasi dibentuk atau terbentuk maka koordinasi internal dan eksternal harus berjalan. Koordinasi juga merupakan syarat mutlak untuk menjamin agar semua kegiatan kerja dalam organisasi dapat berjalan dengan harmonis dan efesien. Koordinasi adalah proses kesepakatan bersama secara mengikat berbagai kegiatan atau unsur yang berbeda-beda pada dimensi waktu, tempat, komponen, fungsi dan kepentingan sehingga di satu sisi semua kegiatan di kedua belah pihak terarah pada tujuan pemerintahan yang ditetapkan bersama dan disisi lain keberhasilan pihak yang satu tidak dirusak keberhasilan pihak yang lain. Untuk menciptakan koordinasi yang efektif diperlukan komunikasi dan hubungan kerja. Komunikasi adalah kunci dari koordinasi yang efektif. Sedangkan hubungan kerja dan koordinasi adalah dua hal yang saling kait-mengait, karena koordinasi hanya dapat dicapai sebaik-baiknya dengan melakukan hubungan kerja yang efektif. Hubungan kerja adalah bentuk komunikasi administrasi yang membantu tercapai koordinasi. Berikut definisi dan pengertian koordinasi dari beberapa sumber buku Menurut Syafrudin 1993, koordinasi adalah suatu proses rangkaian kegiatan menghubungi, bertujuan untuk menyerasikan tiap langkah dan kegiatan dalam organisasi agar tercapai gerak yang cepat untuk mencapai sasaran dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Ndraha 2011, koordinasi adalah proses penyepakatan bersama secara mengikat berbagai kegiatan atau unsur yang berbeda-beda sedemikian rupa sehingga disisi yang satu semua kegiatan atau unsur itu terarah pada pencapaian suatu tujuan yang telah ditetapkan dan di sisi lain keberhasilan yang satu tidak merusak keberhasilan yang lain. Menurut Hasibuan 2011, koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan dan mengkoordinasikan unsur-unsur manajemen dan pekerjaan-pekerjaan para bawahan dalam mencapai tujuan organisasi. Menurut Handoko 2003, koordinasi merupakan proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah departemen-departemen atau bidang-bidang fungsional pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif. Menurut Handayaningrat 2002, koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron atau teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan. Tujuan dan Manfaat Koordinasi Menurut Ndraha 2011, tujuan koordinasi adalah sebagai berikut Menciptakan dan memelihara efektivitas organisasi setinggi mungkin melalui sinkronisasi, penyerasian, kebersamaan, dan kesinambungan, antar berbagai kegiatan dependen suatu organisasi. Mencegah konflik dan menciptakan efisiensi setinggi-tingginya setiap kegiatan inter-dependen yang berbeda-beda melalui kesepakatan-kesepakatan yang mengikat semua pihak yang bersangkutan. Menciptakan dan memelihara iklim dan sikap saling responsif antisipatif dikalangan unit kerja interdependen dan independen yang berbeda-beda, agar keberhasilan unit kerja yang satu tidak dirusak oleh unit kerja yang lain, melalui jaringan informasi dan komunikasi efektif. Menurut Handoko 2003, apabila dalam organisasi dilakukan koordinasi secara efektif maka ada beberapa manfaat yang didapatkan, antara lain sebagai berikut Dengan koordinasi dapat dihindarkan perasaan terlepas satu sama lain, antara satuan-satuan organisasi atau antara pejabat yang ada dalam organisasi. Menghindari suatu pendapat atau perasaan bahwa satuan organisasi atau pejabat merupakan yang paling penting. Menghindari kemungkinan timbulnya pertentangan antara bagian dalam organisasi. Menghindari terjadinya kekosongan pekerjaan terhadap suatu aktivitas dalam organisasi. Menimbulkan kesadaran diantara para pegawai untuk saling membantu. Ciri-Ciri Koordinasi Menurut Handayaningrat 2002, untuk menciptakan koordinasi yang efektif dibutuhkan ciri-ciri atau karakteristik koordinasi sebagai acuan dalam melakukan koordinasi antar subunit organisasi maupun eksternal organisasi. Adapun ciri-ciri atau karakteristik koordinasi yang perlu diketahui adalah sebagai berikut Tanggung jawab koordinasi terletak pada pimpinan. Oleh karena itu koordinasi adalah menjadi wewenang dan tanggung jawab daripada pimpinan. Dikatakan bahwa pimpinan yang berhasil, karena ia telah melakukan koordinasi dengan baik. Koordinasi adalah suatu usaha kerjasama. Hal ini disebabkan karena kerjasama merupakan syarat mutlak terselenggaranya koordinasi dengan sebaik-baiknya. Koordinasi adalah proses yang terus-menerus continue process. Artinya suatu proses yang bersifat kesinambungan dalam rangka tercapainya tujuan organisasi. Adanya pengaturan usaha kelompok secara teratur. Hal ini disebabkan karena koordinasi adalah konsep yang diterapkan di dalam kelompok, bukan terhadap usaha individu tetapi sejumlah individu yang bekerjasama di dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Konsep kesatuan tindakan. Konsep kesatuan tindakan adalah inti daripada koordinasi. Hal ini berarti bahwa pimpinan harus mengatur usaha-usaha/tindakan-tindakan daripada setiap kegiatan individu sehingga diperoleh adanya keserasian di dalam mencapai hasil bersama. Tujuan koordinasi adalah tujuan bersama common purpose. Kesatuan usaha/ tindakan meminta kesadaran/ pengertian kepada semua individu, agar ikut serta melaksanakan tujuan bersama sebagai kelompok di mana mereka bekerja. Jenis-jenis Koordinasi Menurut Hasibuan 2011, koordinasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu a. Koordinasi vertikal Koordinasi vertikal adalah tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan oleh atasan terhadap kegiatan-kegiatan, unit-unit, kesatuan-kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya. b. Koordinasi horizontal Koordinasi horizontal adalah tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dijalankan terhadap kegiatan-kegiatan dalam tingkat organisasi yang setingkat. Koordinasi Horizontal terbagi atas dua jenis, yaitu Interdiiplinary, yaitu suatu koordinasi dalam rangka mengarahkan, menyatukan tindakan-tindakan, mewujudkan, menciptakan disiplin antar unit yang satu dengan unit yang lain secara intern maupun secara esktern pada unit-unit yang sama tugasnya. Inter-related, yaitu koordinasi antar badan instansi. Unit-unit yang fungsinya berbeda, tetapi instansi yang satu dengan yang lain saling bergantung atau mempunyai kaitan baik secara intern maupun ekstern yang levelnya setaraf. Sedangkan menurut Handayaningrat 2002, terdapat dua tipe koordinasi, yaitu a. Koordinasi intern Koordinasi intern adalah koordinasi yang dilakukan oleh atasan langsung. Dalam koordinasi ini manajer wajib mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan bawahan, apakah bawahannya telah melakukan tugas sesuai dengan kebijaksanaannya atau tugas pokoknya. b. Koordinasi fungsional Koordinasi fungsional adalah koordinasi yang dilakukan horizontal yang disebabkan karena sebuah unit organisasi tidak mungkin dapat melakukan sendiri tanpa bantuan unit organisasi lain, dengan perkataan lain bahwa koordinasi fungsional wajib dilakukan karena unit-unit atau organisasi lainnya mempunyai hubungan secara fungsional yang bersifat intern dan ekstern. Koordinasi fungsional dibagi menjadi dua jenis, yaitu Koordinasi fungsional yang bersifat intern, yaitu bahwa unit-unit dalam organisasi diperlukan koordinasi secara horizontal. Koordinasi fungsional ini diperlukan, karena antara unit yang satu dengan unit lainnya mempunyai hubungan kerja fungsional. Koordinasi fungsional yang bersifat ekstern, yaitu koordinasi antara organisasi satu dengan organisasi lainnya. Hal ini mungkin menyangkut satu atau beberapa organisasi. Koordinasi fungsional ini dilakukan, karena sebuah organisasi tidak mungkin menyelenggarakan tugasnya tanpa bantuan dari orang lainnya. Adapun menurut Ndraha 2011, koordinasi dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut Koordinasi waktu. Koordinasi waktu atau sinkronisasi merupakan proses untuk menentukan, mana kegiatan yang dapat berjalan serentak dan mana yang harus berurutan; jika berurutan bagaimana urutannya. Koordinasi ini dilakukan terhadap kegiatan antar unit kerja yang berhubungan dependen, klasual dan sebangsanya. Koordinasi ruang. Koordinasi ruang dapat disebut juga koordinasi wilayah. Koordinasi ini ditempuh jika suatu kegiatan melalui berbagai daerah kerja. Koordinasi interinstitusional. Yaitu koordinasi antar berbagai unit kerja yang berkepentingan atas suatu proyek serba guna atau produk bersama tertentu. Koordinasi fungsional. Yaitu koordinasi yang dilakukan oleh unit kerja yang satu terhadap unit kerja yang lain yang kegiatannya secara objektif berhubungan fungsional. Koordinasi struktural. Yaitu koordinasi antar unit kerja yang berada di bawah struktur tertentu, tanpa melalui superordinasi. Koordinasi seperti ini murni kehendak berkoordinasi unit kerja yang satu dengan unit kerja yang lain secara sukarela. Koordinasi perencanaan. Koordinasi ini untuk mengantisipasi terjadinya gejala kehancuran keberhasilan unit kerja yang satu oleh keberhasilan unit kerja yang lain. Koordinasi ini berlangsung antarunit kerja yang berhubungan interdependen dan independen. Koordinasi masukan-balik. Yaitu koordinasi hasil kontrol terhadap setiap kegiatan unit kerja, agar dapat dilakukan, adjustment, improvement, koreksi dan sebagainya. Prinsip-Prinsip Koordinasi Menurut Follet 1997, terdapat beberapa prinsip yang harus dijalankan dalam pelaksanaan koordinasi yang lebih baik, yaitu sebagai berikut Early stage. Berdasarkan prinsip tahap awal, proses koordinasi harus dilakukan pada tahap awal proses manajerial. Koordinasi harus dimulai sejak proses perencanaan sehingga dapat menghasilkan perencanaan dan implementasi yang baik. Jika koordinasi selalu dilakukan di awal maka semua fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling dapat terlaksana dengan baik. Selain itu dengan proses koordinasi yang baik, tujuan organisasi dapat dicapai dengan lebih mudah dan cepat. Continuity. Berdasarkan prinsip kesinambungan, koordinasi merupakan sebuah proses yang berkelanjutan atau berkesinambungan. Proses koordinasi dimulai sejak membentuk organisasi sampai organisasi tersebut berjalan. Koordinasi selalu dilakukan secara berkesinambungan dalam setiap proses planning, organizing, actuating, dan controlling. Direct contact. Berdasarkan prinsip kontak langsung, proses koordinasi dapat berjalan dengan baik karena adanya komunikasi langsung antara anggota organisasi. Seluruh manajer harus mampu berkomunikasi langsung dengan baik dengan bawahannya sehingga tercipta hubungan yang baik. Kontak langsung ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman, salah penafsiran, dan perselisihan antara manajer dan anggota organisasi lainnya. Dengan demikian manajer dapat mengkoordinasi berbagai aktivitas anggotanya secara efektif dan efisien. Reciprocal relation. Prinsip timbal baik menyatakan bahwa semua faktor dalam organisasi saling bergantung dan berhubungan. Setiap keputusan dan tindakan seseorang di dalam organisasi akan mempengaruhi situasi keseluruhan organisasi. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan atau melakukan tindakan harus mempertimbangkan efek yang muncul pada orang lain atau departemen lain apabila keputusan atau tindakan tersebut diterapkan. Diterapkannya prinsip ini diharapkan manajer atau anggota lainnya mengambil keputusan atau tindakan se pihak, sehingga koordinasi dapat dilakukan dengan lebih mudah. Faktor yang Mempengaruhi Koordinasi Menurut Hasibuan 2011, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi koordinasi, yaitu sebagai berikut a. Kesatuan tindakan Koordinasi memerlukan kesadaran setiap anggota organisasi untuk saling menyesuaikan diri atau tugasnya dengan satuan organisasi lainnya agar anggota atau satuan organisasi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemimpin harus mengatur sedemikian rupa usaha-usaha dari pada tiap kegiatan individu sehingga terdapat adanya keserasian di dalam mencapai hasil. Untuk memperoleh suatu koordinasi yang baik, pimpinan dapat mengatur jadwal waktu agar kesatuan usaha dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. b. Komunikasi Komunikasi tidak dapat dipisahkan dari koordinasi, karena komunikasi, sejumlah unit dalam organisasi akan dapat dikoordinasikan berdasarkan rentang dimana sebagian besar ditentukan oleh adanya komunikasi. Komunikasi merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Dalam organisasi komunikasi sangat penting karena dengan komunikasi partisipasi anggota akan semakin tinggi dan pimpinan memberitahukan tugas kepada karyawan harus dengan komunikasi. c. Pembagian kerja Secara teoritis tujuan dalam suatu organisasi adalah untuk mencapai tujuan bersama dimana individu tidak dapat mencapainya sendiri. Kelompok dua atau lebih orang yang bekerja bersama secara kooperatif dan dikoordinasikan dapat mencapai hasil lebih daripada dilakukan perseorangan. Pembagian kerja adalah perincian tugas dan pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. d. Disiplin Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku. Pimpinan diharapkan mampu menerapkan konsep disiplin positif yakni penerapan peraturan melalui kesadaran bawahannya. Sebaliknya bila pimpinan tidak mampu menerapkan konsep disiplin positif pada dirinya sendiri tentu dia juga tidak mungkin mampu menerapkannya pada orang lain termasuk kepada bawahannya. Daftar Pustaka Syafrudin, Ateng. 1993. Pengaturan Koordinasi Pemerintahan di Daerah. Bandung Citra Aditya Bakti. Ndraha, Taliziduhu. 2011. Kybernology Ilmu Pemerintahan Baru. Jakarta Rineka Cipta. Hasibuan, Malayu 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta Bumi Aksara. Handoko, 2003. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta BPFE. Handayaningrat, Soewarno. 2002. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta Haji Masagung. Follet, Mary Parker. 2007. Manajemen. Jakarta Indeks. Organization atau dalam bahasa Indonesia Organisasi merupakan salah satu fungsi manajemen yang menyusun struktur tanggung jawab, pekerjaan, dan berbagai aspek manajemen lainnya dalam suatu wadah. Dalam praktiknya, suatu organisasi akan terdiri atas banyak individu yang memiliki atau terikat secara profesional dalam visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. Hal tersebut tentunya dilakukan untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat, tepat, atau secara umum menjadi lebih efektif dan efisien. Pembentukan organisasi ini tentunya telah teruji dan terbukti oleh waktu berhasil untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, penting bagi praktisi manajemen, bisnis, maupun kebutuhan pengelolaan dan pengembangan lainnya untuk benar-benar memahami seluk-beluk organisasi. Berikut adalah berbagai pemaparan yang dapat membantu kita memahami, menjalani, hingga membentuk suatu organisasi. Secara etimologi, organisasi berasal dari Bahasa Inggris, yakni Organization yang berarti perhimpunan, perkumpulan, atau persekutuan. Sementara itu, kata Organization sendiri berasal dari istilah Yunani “organon” dan istilah Latin “organum” yang dapat berarti alat, bagian, anggota atau badan. Dapat dikatakan bahwa dari makna kata, organisasi berarti suatu badan perkumpulan. Sementara itu, menurut Mooney dalam Firmansyah & Mahardhika, 2018, hlm. 59 Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Artinya, badan atau perkumpulan dari suatu organisasi didirikan untuk mencapai tujuan yang sama. Lebih lanjut Barnard dalam Firmansyah & Mahardhika, 2018, hlm. 59 mengungkapkan bahwa organisasi merupakan suatu sistem daripada aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Pernyataan di atas memberikan implikasi bahwa suatu organisi melakukan aktivitas yang sistematis untuk mencapai tujuannya. Seperti yang dungkapkan oleh Terry & Franklin dalam Krisnandi dkk, 2019, hlm. 126 bahwa pengorganisasian sebagai suatu tindakan yang mengusahakan hubungan tingkah laku yang efektif antar-orang sehingga memungkinkan mereka untuk bekerja sama secara efisien dan mencapai kepuasan pribadi terkait pelaksanaan tugas di situasi lingkungan tertentu demi ketercapaian tujuan. Dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu badan perhimpunan dari dua orang atau lebih yang bekerja sama secara sistematis untuk mencapai tujuan bersama dengan efektif dan efisien. Selain dari sisi pembentukan suatu badan, organisasi juga dapat diartikan dari sisi sturkturnya. Dalam kacamata tersebut, organisasi juga dapat berarti struktur gambaran secara skematis tentang hubungan-hubungan, kerja sama dari orang-orang yang terdapat dalam rangka usaha mencapai suatu tujuan. Ciri-Ciri Organisasi Berdasarkan uraian pengertiannya, suatu organisasi memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang menaunginya. Beberapa ciri-ciri organisasi adalah sebagai berikut. Adanya sekelompok orang-orang, Antar hubungan terjadi dalam suatu kerja sama yang harmonis, dan Kerja sama didasarkan atas hak, kewajiban atau tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi Struktur Organisasi adalah suatu sistem kerja pelaporan dan komunikasi dari berbagai tugas yang saling mengaitkan pekerjaan individual dengan pekerjaan berkelompok Krisnandi dkk, 2019, hlm. 127. Struktur organisasi menggambarkan alokasi kerja melalui berbagai divisi beserta alur koordinasi hasil kerjanya yang intinya ditujukan bagi pencapaian sasaran organisasi yang bersangkutan. Misalnya, suatu organisasi memiliki dewan direksi yang menjadi matriks tertinggi yang artinya terdapat pembagian wewenang dalam struktur organisasinya. Selain itu, pembagian spesialisasi juga dapat dilakukan seperti beberapa orang akan diberikan tanggung jawab khusus yang tidak dapat dilakukan orang lain. Sebagian orang mungkin akan bekerja di lapangan, sebagian mungkin bekerja di belakang layar Back Office. Faktor Perancangan Struktur Organisasi Dalam menentukan struktur organisasi tentunya banyak unsur yang saling bekerja sama. Yang paling utama adalah tujuan, misi, dan strategi organisasi Sadikin dkk, 2020, hlm. 154. Berbagai pembentukan struktur organisasi tentunya sangat bergantung pada tujuan, jenis, dan berbagai faktor lain yang melatarbelakanginya. Dengan kata lain, suatu struktur organisasi akan dipengaruh berbagai faktor dalam perancangannya. Menurut Krisnandi dkk 2019, hlm. 128 Faktor-faktor penentu rancangan struktur organisasi antara lain adalah sebagai berikut. Besar kecilnya organisasi Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi. Semakin besar ukuran organisasi, maka struktur organisasi akan semakin kompleks, demikian juga sebaliknya. Strategi Organisasi Hasil penelitian terhadap perusahaan di Amerika membuktikan adanya hubungan antara strategi dan struktur. Dalam hal ini, struktur mengikuti strategi. Teknologi Teknologi yang dipergunakan dalam berproduksi akan turut membedakan bentuk dari struktur organisasi. Perusahaan berteknologi modern cenderung membutuhkan struktur yang kompleks dibandingkan perusahaan berteknologi tradisional. Karyawan Kemampuan dan keterampilan karyawan juga akan mempengaruhi bentuk dari struktur organisasi. Aspek-Aspek Penyusunan Organisasi Organisasi akan memeliki aspek penting yang harus diperhatikan dalam penyusunannya. Beberapa aspek tersebut adalah sebagai berikut. Pembagian Kerja Pembagian Kerja atau division of labor adalah penguraian tugas kerja yang dipertanggungjawabkan oleh anggota organisasi dan tercermin dari struktur organisasi yang dibuat. Tugas unit akan dipecah menjadi pekerjaan yang lebih kecil ataupun dibagi di antara anggota unit tersebut. Masalah pembagian pekerjaan biasanya mengenai seberapa jauh suatu pekerjaan dispesialisasi, seberapa mampu organisasi dalam membagi pekerjaan, serta seberapa mampu pekerja untuk memenuhi tuntutan kerja yang terspesialisasi. Departementalisasi Selanjutnya struktur organisasi juga menunjukkan adanya departementalisasi. Departementalisasi atau sering juga disebut sebagai departementasi adalah kegiatan mengkombinasikan berbagai pekerjaan individu dan mengelompokkannya menjadi satu kelompok pekerjaan yang utuh. Departementalisasi ialah upaya membagi pekerjaan ke dalam bidang-bidang kegiatan dan fungsional tertentu yang nantinya memiliki spesifikasi, sifat dan batasan wewenang, serta sarana dan prasarana tertentu. Departementalisasi membatasi kekuasaan dan tanggung jawab dari setiap departemen yang dibentuk sehingga mempermudah karyawan dalam menjalankan pekerjaannya sesuai dengan pembagian kerja yang ditetapkan. Departementalisasi juga akan mempermudah koordinasi karena setiap fungsi dan pekerjaan sudah dibagi secara jelas tugas dan ruang lingkupnya. Koordinasi dan Rentang Kendali Koordinasi adalah proses mempersatukan setiap bagian organisasi demi efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Tanpa koordinasi yang efektif, setiap individu dan departemen tidak akan memiliki pedoman yang utuh mengenai peranannya di dalam organisasi. Tujuan organisasi juga tidak akan tercapai jika setiap individu dan departemen memprioritaskan kepentingannya masing-masing. Sementara itu rentang kendali adalah jumlah karyawan yang secara langsung melapor ke seorang manajer. Rentang kendali yang sempit menunjukkan bahwa manajer hanya mengendalikan sedikit karyawan. Sebaliknya, rentang kendali yang melebar menunjukkan bahwa manajer mengendalikan banyak karyawan. Terkait ini, organisasi perlu menganalisis efektivitas dari rentang kendali sempit dan lebar. Sentralisasi dan Desentralisasi Sentralisasi ialah proses pengkonsentrasian wewenang dan tanggung jawab pada manajemen puncak. Pada organisasi bersistem sentralisasi, manajemen puncak cenderung tidak melibatkan karyawan tingkat rendah dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, manajemen puncak pada organisasi bersistem desentralisasi cenderung melibatkan karyawan tingkat rendah dalam pengambilan keputusannya atau bahkan secara penuh memberi wewenang bagi karyawan tersebut untuk mengambil keputusan. Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi Hubungan fungsional dan nonfungsional pada organisasi bisa dilihat dari hubungan kerja yang terbentuk serta hubungan lalu lintas hak, wewenang dan tanggung jawab. Dalam hal ini, hubungan kerja tersebut bisa diamati dari struktur organisasi yang bentuknya akan dijelaskan dalam uraian berikut. Bentuk-Bentuk Organisasi Hubungan fungsional dan nonfungsional pada organisasi bisa dilihat dari hubungan kerja yang terbentuk serta hubungan lalu lintas hak, wewenang dan tanggung jawab. Berdasarkan pola hubungan kerja, serta lalu lintas wewenang dan tanggung jawab; maka menurut Firmansyah & Mahardhika 2018, hlm. 63-66 struktur-struktur atau bentuk-bentuk organisasi dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut. Organisasi Garis Organisasi Garis adalah bentuk organisasi yang tertua dan paling sederhana yang penciptanya adalah Henry Fayol dari Prancis. Bentuk organisasi garis sering juga disebut sebagai bentuk organisasi militer, karena digunakan pada zaman dahulu di kalangan militer. Ciri-ciri bentuk Organisasi Garis adalah organisasi masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling kenal, serta spesialisasi kerja masih belum begitu tinggi. bagan struktur organisasi garisKelebihan dari Organisasi Garis meliputi Kesatuan komando terjamin dengan baik, karena pimpinan berada di atas satu tangan; Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit atau tidak ada sama sekali; dan Rasa solidaritas di antara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal. Sementara itu, kekurangannya dari bentuk organisasi garis adalah sebagai berikut Seluruh organisasi terlalu bergantung kepada satu orang sehingga kalau seorang itu tidak mampu, seluruh organisasi akan terancam kehancuran; Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis, dan Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas. Organisasi Fungsional Organisasi fungsional, bermula diciptakan oleh Taylor, di mana segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas, sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. bagan struktur organisasi fungsionalKelebihan dari bentuk organisasi fungsional adalah Pembidangan tugas-tugas jelas; Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin; Digunakan tenaga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsi-fungsinya. Sementara itu, kekurangan dari organisasi fungsional adalah Karena adanya spesialisasi, sukar mengadakan tour of duty; Para karyawan telah mementingkan bidangnya; sehingga sukar dilaksanakan koordinasi. Organisasi Garis dan Staf Pada umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit, serta jumlah karyawannya banyak. Penciptanya Harrington Emerson. Pada bentuk Organisasi Garis dan Staf, terdapat satu atau lebih tenaga staf. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu yang tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidangnya kepada pejabat pemimpin di dalam organisasi tersebut. bagan struktur organisasi garis dan stafKelebihan dari bentuk organisasi garis dan staf adalah Dapat digunakan oleh setiap organisasi besar, apapun tujuannya, betapapun luas tugasnya dan betapapun kompleks susunan organisasinya; Pengambilan keputusan yang sehat lebih mudah dapat diambil, karena adanya staf ahli; Perwujudan the right man the right place lebih mudah dilaksanakan. Sementara kelemahannya adalah Karena karyawan tidak lagi saling mengenal, solidaritas sukar diharapkan; Karena rumit dan kompleksnya susunan organisasi koordinasi kadang-kadang sukar diterapkan. Organisasi Staf dan Fungsional Bentuk organisasi staf dan fungsional, merupakan kombinasi dan bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staf. Kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi yang dikombinasikan. bagan struktur organisasi fungsional dan stafOrganisasi Proyek Struktur organisasi proyek disusun berdasarkan tim-tim khusus yang biasanya beranggotakan para spesialis yang diperuntukkan bagi upaya penyelesaian dan pencapaian berbagai tujuan yang khusus. Dalam operasionalisasinya, pimpinan puncak mempunyai wewenang lini dalam menjelaskan kepemimpinannya bagi penyelesaian proyek tertentu. Tim akan dibubarkan saat proyek telah diselesaikan. bagan struktur organisasi proyekOrganisasi Proyek dan Matriks Susunan organisasi ini dicirikan oleh dua klasifikasi. Klasifikasi pertama berlaku di lini pertama dan kedua dengan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab beralur vertikal secara fungsional dan divisional. Adapun klasifikasi kedua, berlaku di lini staf di bawahnya dengan alur wewenang dan tanggung jawab yang vertikal dan horizontal. Artinya, para staf tersebut mempunyai dua atasan, sehingga berada di bawah dua wewenang. struktur organisasi proyek dan matriksKelebihan struktur organisasi matriks antara lain sebagai berikut Memberi fleksibilitas bagi organisasi, membantu pengembangan kreativitas, dan menggandakan beragam sumber; Menstimulasi kerja sama antardisiplin dan memudahkan pelaksanaan beragam kegiatan perusahaan yang berorientasi proyek; Mengembangkan dan melatih keterampilan karyawan dan kemampuan penyusunan strategi oleh manajer. Adapun kekurangannya antara lain sebagai berikut Pertanggungjawaban ganda bisa membingungkan dan menciptakan kebijakan yang kontradiktif; Sangat membutuhkan koordinasi secara vertikal dan horizontal; Mendorong timbulnya pertentangan kekuasaan yang bisa mengarah ke konflik antarbagian. Prinsip-Prinsip Organisasi Berkaitan dengan pembentukan atau penyusunan suatu organisasi, maka perlu diperhatikan beberapa prinsip-prinsip atau asas organisasi yang di antaranya adalah adalah sebagai berikut. Perumusan Tujuan yang dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun nonfisik. Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit sub organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan. Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan terlihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan wewenang dari masing-masing unit kerja. Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut. Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub unit bawahannya harus lah terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta. Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan perintah akan nampak. Koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin cepat tercapai Firmansyah & Mahardhika, 2018, hlm. 67. Tujuan organisasi Tujuan organisasi adalah segala sesuatu yang ingin dicapai oleh suatu organisasi dengan mengoptimalisasikan seluruh sumber daya dan kemampuan yang dimilikinya Krisnandi dkk, 2019, hlm. 116. Fungsi dari tujuan organisasi adalah landasan operasionalisasi dari setiap kegiatan organisasi serta tolok ukur bagi penilaian kesuksesan organisasi. Adapun penetapan tujuan itu sendiri memiliki manfaat sebagai berikut. Membantu memperlihatkan eksistensi organisasi di mata konsumen, pemerintah dan stakeholders lainnya. Membantu pengoordinasian dan penyusunan keputusan. Membantu penilaian kesuksesan organisasi. Memisahkan proses perumusan dan pengimplementasian strategi organisasi. Mendorong pelaksana untuk berupaya demi tercapainya tujuan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perumusan organisasi meliputi Tujuan sebelumnya Tingkat keberhasilan dari tujuan sebelumnya dapat dipertimbangkan dalam menentukan tujuan organisasi di masa mendatang. Sumber ekonomi Semakin besar sumber ekonomi suatu organisasi, maka akan semakin bebas organisasi tersebut dalam menentukan tujuannya jika dibandingkan dengan organisasi kecil yang cenderung bergantung pada lingkungan luar. Sistem penilaian eksekutif puncak Salah satu kesulitan dalam penentuan arah organisasi adalah pemahaman dampak perubahan strategi bisnis terhadap nilai-nilai dasar manajemen puncak, dan pemahaman hubungan baru dengan berbagai pihak yang berkepentingan. Kekuatan lingkungan Lingkungan yang dimaksud antara lain stockholders, organisasi karyawan, pemasok, pesaing, pemerintah, dan sebagainya. Jenis-Jenis Tujuan Organisasi Sementara itu, jenis-jenis dari tujuan organisasi dapat meliputi Profitabilitas, atau kemampuan semua organisasi untuk beroperasi dalam jangka panjang bergantung pada perencanaan tingkat laba yang layak. Produktivitas, tujuannya berarti ingin terus menerus berusaha meningkatkan produktivitas sistem yang pada akhirnya berdampak pula pada profitabilitas. Posisi Bersaing, suatu tujuan yang menyangkut posisi bersaing mungkin menunjukkan prioritas jangka panjang organisasi. Misalnya, organisasi menetapkan tujuan dua tahun yang akan datang menempati posisi ketiga dalam pasar sejenis. Pengembangan Karyawan, produktivitas sangatlah terkait dengan loyalitas karyawan dan dengan perhatian manajemen terhadap kesejahteraan karyawan. Kepemimpinan Teknologi, organisasi harus memutuskan apakah akan memimpin atau mengikuti pasar. Jika organisasi ingin memimpin pasar, maka organisasi harus melakukan perubahan dan inovasi produk dan ini memerlukan dukungan teknologi. Tanggung Jawab Sosial, dalam hal ini, organisasi menyadari tanggung jawabnya terhadap publik dan konsumennya. Referensi Firmansyah, Anang dan Mahardhika, Budi W. 2018. Pengantar manajemen. Yogyakarta Penerbit Deepublish. Krisnandi H., Efendi S., Sugiono E. 2019. Pengantar manajemen. Jakarta LPU-UNAS. Sadikin, A., Misra, I., Hudin, 2020. Pengantar manajemen dan bisnis. Yogyakarta K-Media. Struktur dan Bagan Organisasi Struktur organisasi adalah susunan rangka dari organisasi yang mencerminkan adanya pembagian dan pengelapan tuggas, unit-unit, baik secara partikal maupun horizintal pendelegasian wewenang tangung-jawab, kordinasi seta hubungan kerja antar bagian di dalam organisasi tersebut. Bagan organisasi adalah gambar dari struktur organisasi yang dapat mempertegas alur hubungan kerja sama, koordinasi, dan informasi suatu stroktor organisasi. Dibentuknya Tergambarnya Bagan Struktur Organisasi Menunjang nama tiap manajer. Menunjukkan siapa bertanggung jawab kepada siapa. Menunjuukkan siapa yang bertugas kepada departemen mana. Menunjukkan jenis macam departemen yang telah dibentuk. Memberitahukan nama pekerjaan dan “tempat” pegawai dalam organisasi. Menyusun Struktur Organisasi Untuk menyusul struktur organisasi, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan, antara lain Menentukan dan memperjelas misi dan tujuan didirikannya organisasi tersebut. Memperkirakan dan menentukan kemungkinan serta aktivitas kegiatan yang dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Mengelompokkan kegiatan-kegiatan pekerjaan yang sama atau berkaitan kedalam bagian departemen-departemen atau unit-unit tertentu baik secara horizontal kesamping maupun vertikal atas bawah Memberi nama bagian-bagian tersebut dan kemungkinan siapa yang menduduki dengan berlandaskan pada spesifikasi jabatan atau persyaratan pekerjaannya. Menentukan hubungan kerjasama atau sistem menejemen siapa yang menjadi pimpinan, bawahan, pengambil keputusan, memberi perintah/ wewenang, memberi laporan, dll dalam organisasi. Membuat suatu bagan atau gambar dari struktur organisasi tersebut untuk memperjelas dan mempetegas alur aktivitasnya. Pengelompokan Kerja dalam Organisasi Pembagian pengelompokan kerja kedalam fungsi-fungsi atau bagian unit tertentu antara organisasi komersil dan non komersil akan berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan antara lain karena perbedaan tujuan dan perbedaan aktivitas yang dilakukan. Bagian-bagian secara umum, antara lain Fungsi/ bagian pemasaran Fungsi/ bagian produksi Fungsi/ bagian keuangan Fungsi/ bagian personalian Fungsi/ bagian reserach and development r & d Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyusun Struktur Organisasi Hal yang perlu di perhatikan dalam menyusun suatu struktur organisasi antara lain Pembuatan struktur organisasi tersebut harus berpedoman pada tujuan organisasi itu sendiri. Besar kecilnya jumlah individu karyawan, tenaga ahli serta fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh organisasi. Banyaknya bagian-bagian ke samping sebaran serta jenjang ke atas bawah hirarki, hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan. Pengelompokan kegiatan-kegiatan pekerjaan harus disesuaikan dengan bagian-bagian yang dibuat untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Bentuk Struktur Organisasi Organisasi adalah sekumpulan dari beberapa orang yang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi Garis Struktur Organisasi Garis struktur Organisasi garis adalah struktur organisasi dimana direktur utama dianggap sebagai sumber kekuasaan tunggal dan segala keputusan kebijakan. Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah Adanya kesatuan perintah komando dapat menghindari adanya tumpang tindih. Koordinasi antar bagian mudah dilakukan Proses pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan cepat Garis wewenang dari atasan ke bawahan jelas dan tegas. Rasa solidaritas dan disiplin kerja cukup tinggi Menghemat biaya Keburukan dari struktur organisasi ini adalah Karena keputusan pada satu orang maka jika kurang mampu akan menyebabkan terhambatnya aktivitas organisasi dan bahkan kehancuran bagi organisasi perusahaan. Adanya kecendrungan atasan bertindak otoriter dan diktator Kreativitas dan perkembangan bawahan kurang Kecendrungan partisipasi bawahan kurang Kecendrungan hubungan atasan dan bawahan terkesan serius dan kaku. Gambar struktur organisasi garis garis dan Staf Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung Ciri atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung banyak besar dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi Personel lini Personel staf Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah 1Ada pembagian tugas yang jelas 2Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas 3Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin 4Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place 5Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan Keburukan dari struktur organisasi ini adalah 1Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan 2Proses decesion makin berliku-liku 3Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage 4Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat lainnya Gambar struktur organisasi Lini dan Staf Fungsional Organisasi fungsional diciptakan oleh yaitu suatu bentuk organisasi di mana kekuasaan pimpinan dilimpahkan kepada para pejabat yang memimpin satuan di bawahnya dalam satuan bidang pekerjaan tertentu. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut Ciri kecil dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli dalam pelaksanaan tugas yang hendak dicapai jelas dan pasti dilakukan secara ketat Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah 1Program tearah, jelas dan cepat 2Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai 3Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat 4Adanya pembagian tugas antara kerja pikiran dan fisik 5Dapat dicapai tingkat spesialisasi yang baik 6Solidaritas antar anggota yang tinggi 7Moral serta disiplin keija yang tinggi 8Koordinasi antara anggota berjalan dengan baik 9Mempromosikan ketrampilan yang terspesialisasi 10Mengurangi duplikasi penggunaan sumber daya yang terbatas 11Memberikan kesempatan karir bagi para tenaga ahli spesialis Keburukan dari struktur organisasi ini adalah 1Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi 2Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan 3Insiatif perseorangan sangat dibatasi 4Sulit untuk melakukan pertukaran tugas, karena terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang tertentu 5Menekankan pada rutinitas tugas – kurang memperhatikan aspek strategis jangka panjang 6Menumbuhkan perspektif fungsional yang sempit 7Mengurangi komunikasi dan koordinasi antar fungsi 8Menumbuhkan ketergantungan antar-fungsi dan kadang membuat koordinasi dan kesesuaian jadwal kerja menjadi sulit dilakukan Dan tipe fungsional ini relevan untuk situasi seperti berikut stabil bersifat rutin dan tidak banyak perubahan terjadi efisiensi dan kapabilitas fungsional Gambar struktur organisasi Fungsional Lini dan Fungsional Organisasi Lini dan Fungsional adalah organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif/ presidium/plural executive” dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat juga bersifat formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi secara khusus. Ciri tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan secara praktis pada pejabat fungsional kerja dan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon organisasi tidak begitu kompleks. Biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, ketua-ketua seksi, dan para perugas organisasi secara relatif tidak permanea. Organisasi ini hanya dipakai sesuai kebutuhan atau kegiatan pimpinan dilasanakan secara kolektif anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas tertentu dalam bentuk satgas Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah 1Solodaritas tinggi 2Disiplin tinggi 3Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum 4Pekerjaan-pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan 5Keputusan dapat diambil dengan baik dan tepat 6Kecil kemungkinan penggunaan kekuasaan secara berlebihan dari pimpinan 7Usaha kerjasama bawahan mudah digalang Keburukan dari struktur organisasi ini adalah 1Kurang fleksibel dan tour of duty 2Spesialisasi memberikan kejenuhan 3Proses pengambilan keputusan agak larnban karena harus dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota organisasi 4Kalau terjadi kemacetan kerja, tidak seorang pun yang mau bertanggung jawab melebihi yang lain 5Para pelaksana sering bingung, karena perintah datangnya tidak dari satu orang saja 6Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas Organisasi panitia biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan beberapa seksi Gambar struktur organisasi Lini dan Fungsional Komite Organisasi komite adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen Organisasi komite terdiri dari Committe Pimpinan komite yaitu para anggotanya mempunayi wewenang lini Committee Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah 1Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan 2Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil 3Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin Keburukan dari struktur organisasi ini adalah 1Proses decesion making sangat lamban 2Biaya operasional rutin sangat tinggi 3Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab Gambar struktur organisasi komite Matrik Organisasi matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu or¬ganisasi di mana penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikum¬pulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda di mana wewenang horison¬tal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dcngan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Sebagai akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang, hal ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatannya para anggotanya juga harus melaporkan kepada dua atasan Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, biasanya manajer proyck diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan perintah di mana manajer proyek tersebut akan langsung lapor kepada manajer puncak Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah Pada fleksibelitas dan kemampuannya dalam memperhatikan masalah-masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik serta pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur organisasi yang ada Keburukan dari struktur organisasi ini adalah Manajer proyek tak bisa mengkoor¬dinir berbagai bagian yang berbeda hingga menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pclaksanaan perintah untuk masing-masing individu. Untuk mengatasi kesulitan yang mungkin timbul, maka manajer proyek biasanya diberi wewenang khusus yang penting, misalnya dalam menentukan gaji, mempromosikan atau melakukan perlakuan personalia Gambar struktur organisasi Matrix Macam-macan Bentuk Bagan Organisasi Dalam setiap organisasi pastilah ada yang namanya struktur, yaitu bagan untuk menentukan penyusunan sebuah jabatan yang tertinggi sampai yang terendah maupun sama/sederajat. Di bawah ini adalah beberapa contoh umum dari beberapa bentuk struktur, diantaranya yaitu a Bagan Horizontal Dikatakan sebagai bagan horizontal karena bagan ini menuliskan tingkatan jabatannya kesamping. Seperti contoh gambar bagan dibawah ini. Bagan Struktur yang berbentuk Horizontal b Bagan Vertikal Bagan struktur ini adalah kebalikan dari bagan horizontal yang menyamping, tetapi bagan ini meluas kebawah. Semakin banyak jabatan dalam perusahaan maka struktur bagan ini akan semakin meluas ke bawah seperti contoh gambar bagan di bawah ini. Bagan Struktur yang berbentuk Vertikal c Bagan Piramid Bagan ini adalah bagan yang paling mudah dibuat dari bentuk-bentuk bagan yang lain. Karena pada bagan ini berbentuk piramid, dimana urutan jabatan yang paling tertinggi di bagian yang paling atas TOP. Dan yang jabatannya tidak terlalu rendah, diletakkan di bagian tengan bagan middle. Dan jabatan yang papling rendah, di letakkan pada bagan yang paling bawah pula low. Seperti contoh bagan struktur di bawah ini Bagan Struktur yang berbentuk Piramid d Bagan Lingkaran Bagan ini jarang sekali kita jumpai dalam pembentukan bagan struktur yang biasanya. Bagan ini berbentuk lingkaran, dimana setiap jabatan dengan jabatan lainnya itu membentuk sebuah lingkaran. Dan semakin banyak jabatan terbuat, maka semakin besar pula diameter pada bagan ini. Lihat contoh bagan lingkaran di bawah ini Dari bentuk-bentuk gambar bagan struktur di atas, terdapat pula bentuk-bentuk gambar bagan struktur lainnya pula seperti contoh-contoh gambar bagan di bawah ini Struktur organisasi Fungsional berbentuk Piramidal Struktur organisasi Matrix Struktur organisasi sirkular Struktur organisasi berstaf berbentuk Piramidal Struktur organisasi Garis berbentuk Piramidal Hubungan dalam Struktur Organisasi Sutarto, menjelaskan macam-macam hubungan antara satuan bagian dalam suatu organisasi Hubungan hirarki/ hubungan instruksi, yaitu hubungan antara satuan organisasi atasan dengan bawahan yang berupa pemberian perintah dan tanggung jawab. Hubungan koordinasi, yaitu hubungan antara satuan-satuan organisasi yang ada dengan maksud untuk menjamin keselarasan aktivitas. Hubungan penunjang, yaitu hubungan langsung antara satuan penunjang dengan satuan organisasi lainnya dengan maksud untuk memperlancar aktivitas. Hubungan kontrol adalah hubungan langsung antara satuan kontrol dengan satuan organisasi lainnya dengan maksud untuk memeriksa apakah pelaksanaan aktivitas bejalan sesuai dengan ketentuanyang berlaku. Hubungan konsultasi, yaitu hubungan langsung antara satuan konsultasi atau para pejabat staff dengan satuan organisasi lainnya dengan maksud untuk memberikan bantuan keahlian dengan cara memberikan nasehat, saran atau pertimbangan. Hubungan informasi adalah hubungan langsung antara satuan-satuan organsasi yang ada dengan maksud untuk saling mencari dan menyampaikan bahan keterangan. Faisal afifd, dkk. Menjelaskan ada 4 macam hubungan dalam struktur organisasi, yaitu Hubungan garis, yaitu hubungan atasan bawahan, dimana pimpinan memiliki wewenang memberikan perintah pelaksanaan dan para pelaksana harus mengerjakan yang diperintahkan. Hubungan staff, yaitu hubungan informasi dan nasehat yang disampaikan oleh staff ahli Hubungan fungsional, yaitu hubungan instruksi atas pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berkenaan dengan satu atau sekelompok orang dan bagian tertentu. Hubungan horizontal, yaitu hubungan informasi kesamping antara individu-individu pada tingkat hirarki yang sama. 1. Pentingnya Organisasi dan Metode A. Manajemen dan Organisasi. Organisasi adalah tempat orang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah mereka sepakati bersama. Jika tujuan mereka adalah untuk mencari keuntungan maka organisasi mereka disebut perusahaan. Jika tujuan mereka untuk bermain bola maka organisasi mereka disebut organisasi sepakbola dsb. Agar organisasi itu dapat berjalan dengan baik perlu pengelolaan, pekerjaan mengelola itu disebut manajemen dan orang yang mengelola/memimpin disebut manejer. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya consistency hubungan antara manajemen dan organisasi. B. Manajemen dan Tata Kerja. Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana how agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat. C. Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja. Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut a Manajemen –> Proses kegiatan pencapaian tujuan bersama melalui kerjasama antar manusia. b Organisasi –> Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama. c Tata kerja –> Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien. Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan. D. Arti Penting Organisasi dan Metode. Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu a. Sebagai wadah –> tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan. b. Sebagai proses –> memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut Hub. Formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen. Hub. Informal = mempunyai 3 peranan, yaitu Sarana komunikasi. Mengatur jalannya kerja sama. Kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut. c. Sebagai sistem –> dibagi menjadi 3, yaitu 1. Sistem sosial antar sesama manusia 2. Sistem fungsional antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan. 3. Sistem komunikasi sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi 2. Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi. A. Ciri-ciri organisasi 1. Terdiri daripada dua orang atau lebih 2. Ada kerjasama 3. Ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain 4. Ada tujuan yang ingin dicapai. B. Unsur-unsur organisasi 1. Manusiaman dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinanadministrator sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja. 2. Kerjasama team work suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing. 3. Tujuan bersama adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama. 4. Peralatanequipment segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya. 5. Lingkunganenvirontment yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya. b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi. c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan. 6. Kekayaan alam yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll. 7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri. C. Teori-teori Organisasi 1. Menurut James D. Mooney organisasi adalah suatu bentuk kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama. 2. Menurut Thester I. Bernard organisasi merupakan suatu sistem kerjasama dari 2 orang atau lebih, sesuatu yang tak terwujud dan tidak bersifat perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan. 3. Menurut J. M. Gaus organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab. organisasi adalah alat untuk tercapainya tujuan dari sebuah Hubungan manajemen dan organisasi manajemen. Source 1, 2, 3, 4 Analysis The organization is a group of persons or institution who have similar goals. Management and organization is related highly. Firm’s goals will be difficult to reached without any organization or management. Management and Work Procedure is related highly. Activities of the pattern methods and cooperation should be implemented that goal is efficiently reached . Characteristics of the organization is reached the common goals. Conclusion It can be concluded from the point between the management, organization and administration is a part that can not be separated. Because it’s unity of the cooperation human form to reached the common goals.

hubungan kerja antar bagian dalam organisasi disebut